pengalaman yang indah
Saya mengalami sindrom “hei,emosi takkan menyelesaikan masalah”
Awalnya bermula dari saya yang bintangnya sagitarius,entah ada hubungannya atau tidak saya adalah tipikal lelaki yang susah untuk mengendalikan emosi.Setiap kali emosi,saya akan menyalurkannya dengan marah-marah pada semua orang,masang muka cemberut,dan yang terakhir adalah diam dengan menahan segala emosi didalam dada.
Pengaruh besar yang saya rasakan dalam hal emosi ini adalah:
hidup saya ga’ nyaman.
hidup saya ga’ nyaman.
Oke,mungkin ini terdengar seperti curcol (curhat colongan) dimana rata-rata lelaki yang disukai wanita pada dasarnya adalah lelaki yang penyabar.Tapi bagi saya untuk menjadi sabar itu merupakan bagian tersulit dalam hidup untuk dipelajari dan dipraktekkan.secara instan.
Well,dalam usaha saya belajar menahan emosi atau mencoba bersabar lebih tepatnya,saya dihadapkan dengan cobaan demi cobaan yang membuat lupa bahwa saya sedang dalam tahap penggemblengan sabar,dimulai dari motor yang nyalip saya secara tiba-tiba,teman sekantor yang ngeselin,sampai tetangga yang tidak bersahabat dan kucing yang terus mengeong (oke,yang ini ga termasuk).
Pertamanya mungkin saya ga akan kuat ngadepin ini semua,tapi karena tekad kuat dan keinginan luhur,pelan-pelan saya menyadari satu hal yang membuat saya mengambil pelajaran,”semakin marah dan emosi yang kita keluarkan secara membabi buta,maka semakin akan menambah permasalahan yang akan kita hadapi”.
Selain dapat menambah musuh bukankah lebih baik apabila segala permasalahan yang kita hadapi dapat dibicarakan secara baik-baik dengan orang yang bersangkutan? daripada terus-terusan saling mendiamkan satu sama lain tanpa kejelasan yang pasti,saling memaafkan dan sesegera mungkin menemukan jalan keluar yang saling menguntungkan adalah salah satu cara yang terbaik dalam hal ini.
Terkadang dalam hidup, sebagai manusia kita tentu dihadapkan dengan cobaan demi cobaan.Tergantung bagaimana kita menyikapi cobaan tersebut,ada yang menyikapi secara berlebihan dengan menangis dan menyesali hidup.Ada pula yang menyikapi secara sederhana,ambil air wudhu’ ,sholat dan memohon jalan keluar yang baik kepada Allah s.w.t. , bagi saya yang sedang belajar dalam bersabar,pilihan kedua mungkin lebih masuk akal karena muara dari segala hal yang terjadi di dunia ini adalah Dia.
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah ) dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang khusyu.” (QS Al-Baqarah,45)
Dan dimasa sekarang ini,dimana kebanyakan anak-anak muda dan para pemimpin rakyat dengan mudahnya mempertontonkan kemarahan mereka dalam bentuk saling adu jotos dan saling berbantah-bantahan sesama mereka.mungkin ada baiknya apabila kita semua mulai melihat lebih dalam lagi akibat yang akan ditimbulkan dari itu semua.
perpecahan antara kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar